Rabu, 15 Juli 2015

TV dan orang konsumtif



Sebuah tabung mengurung mu menjadi boros
Perbuatan akan setimpal dengan apa yang dilakukan sebelumnya.
Maksudku suatu hari di hari kemarin akan menentukan apa yang kau lakukan suatu hari di hari esok
Hal ini pun akan menjadi perhatian pokok bagi semua insan manusia yang berakal sehat dan masih menggunakan logika nya dalam berkehidupan sehari-hari
Faktanya adalah hasil dari apa yang diperjuangkan dalam perbuatan itu merupakan efek dari segala jerih payah,semangat,pemikiran,keringat,waktu,kesempatan dan doa dari segala hal yg terlibat di dalam nya

Hari ini begitu banyak manusia di sekitar ku terkesan bergaya hidup konsumtif. Persfektif sebagian orang mengatakan hal ini berkaitan dengan efek televisi yang selama ini menjadi suatu unsur penting berkehidupan sehari-hari. Menghibur dan menginformasi. Dua alasan mendasar bagi si penonton.
http://www.woodcraft.com/images/site/error-televisionX.gif

Namun disela-sela acara-acara bermuatan kedua alasan itu kenal lah kita dengan commercial breaks. Yaps iklan! Iklan ini lah yang memacu si penonton menjadi konsumtif. Tak peduli barang/jasa yang ditawarkan bermanfaat atau tidak selagi itu diskon dan menawarkan potongan harga sampai seharga sebungkus minuman bajigur, mereka akan tergiur sesegera mungkin mencari informasi lebih lanjut.
"Tentunya kau tak mau barang yang kau beli itu non-efisien kan?"
 Berhentilah menonton TV atau kau akan merogoh kocek lebih dalam, bukan masalah TV nya yang semakin canggih menggiurkan, tapi CUCI OTAK di dalam nya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar