Minggu, 19 Juli 2015




Pemudik menjubel memenuhi jalanan bandung hari ini. Hari itu aku melewati jalan penghubung antara ujung berung-cicalengka. Seperti nya benar apa yang orang dalam artikel internet bilang, mereka memenuhi hasrat nya akan kenangan-kenangan yg dirindukan
Tentu saja kenangan bisa diciptakan sengaja dimana pun dan kapanpun. Masalah nya untuk menimbulkan kembali kenangan itu kita terjebak di tempat dan waktu tertentu.
Kita ketahui bersama dikenal lah istilah ‘mudik’ untuk mewakili kegiatan saling mengunjungi dan menimbulkan kenangan itu. Mudik ini berarti yang muda mengunjungi yang tua atau sebaliknya yang tua mengalah mengunjungi yang muda.
Sekilas melihat orang-orang itu berbondong-bondong bersesak buru-buru menuju tujuan nya,tak lebih mirip seperti binatang buas yang siap menerkam apapun yang dilewati nya.

Fakta membuktikan kecelakaan lalu lintas berada di urutan ketiga data Badan Kesehatan Dunia (WHO) terakhir, setelah penyakit jantung koroner dan tuberkulosis (TBC).

Setiap tradisi di sekitar kita merupakan tradisi turun temurun dengan baik diwariskan ke tiap generasi nya. Namun sepertinya tak semua dari tradisi itu berefek baik bagi kelangsungan hidup.
Sumber:

Rabu, 15 Juli 2015

TV dan orang konsumtif



Sebuah tabung mengurung mu menjadi boros
Perbuatan akan setimpal dengan apa yang dilakukan sebelumnya.
Maksudku suatu hari di hari kemarin akan menentukan apa yang kau lakukan suatu hari di hari esok
Hal ini pun akan menjadi perhatian pokok bagi semua insan manusia yang berakal sehat dan masih menggunakan logika nya dalam berkehidupan sehari-hari
Faktanya adalah hasil dari apa yang diperjuangkan dalam perbuatan itu merupakan efek dari segala jerih payah,semangat,pemikiran,keringat,waktu,kesempatan dan doa dari segala hal yg terlibat di dalam nya

Hari ini begitu banyak manusia di sekitar ku terkesan bergaya hidup konsumtif. Persfektif sebagian orang mengatakan hal ini berkaitan dengan efek televisi yang selama ini menjadi suatu unsur penting berkehidupan sehari-hari. Menghibur dan menginformasi. Dua alasan mendasar bagi si penonton.
http://www.woodcraft.com/images/site/error-televisionX.gif

Namun disela-sela acara-acara bermuatan kedua alasan itu kenal lah kita dengan commercial breaks. Yaps iklan! Iklan ini lah yang memacu si penonton menjadi konsumtif. Tak peduli barang/jasa yang ditawarkan bermanfaat atau tidak selagi itu diskon dan menawarkan potongan harga sampai seharga sebungkus minuman bajigur, mereka akan tergiur sesegera mungkin mencari informasi lebih lanjut.
"Tentunya kau tak mau barang yang kau beli itu non-efisien kan?"
 Berhentilah menonton TV atau kau akan merogoh kocek lebih dalam, bukan masalah TV nya yang semakin canggih menggiurkan, tapi CUCI OTAK di dalam nya!